Zen (Can)

Zen (Can): Mazhab khusus dari Buddhisme Mahayana Timur Jauh, yang dianggap selaku pengasas biksu, berasal dari India, dari biara Tionghoa Shaolin, Bodhidharma (440-528), tapi semasih seorang Tionghoa, Tao Sheng (355-434) sebagai pertama mengajarkan tentang kemungkinan keselamatan bagi barang siapa melalui iluminasi (pencerahan) tiba-tiba. Nama Sanskerta dari Dhyana (meditasi) diubah menjadi Can di Tiongkok, Son di Korea dan Zen di Jepang (Zen masuk Korea dan Jepang pada abad ke-7), dan menunjukkan sifat praktiknya kontemplatif dengan memungkiri hampir lengkap religiositas luar, seperti: kitab-kitab, gambar-gambar, tempat-tempat suci, rukun-rukun tradisional, sampai-sampai keinginan untuk menjadi Buddha. Ajaran India terhadap Sunyata (Kekosongan) telah disamakan dengan Tao Taois Tionghoa, adi kealamian, kebenaran tak terlukiskan, yang hadir di mana-mana, dalam kerajinan apapun, dan dicapai via bukan keilmuan dan akumulasi jasa, tetapi tanpa pemikiran dan kegiatan, secara spontan, dari hati guru ke jantung murid. Pada khususnya mengajar iluminasi tiba-tiba (satori) sesepuh/patriark Can ke-6, Huineng (638-713), khotbahnya telah membuat Platform Sutra (Liu Zu Tan Jing), dalam penerapannya sering melalui "koan" - pertanyaan paradoks kepada murid. Setiap pengikut Zen dianggap selaku Bodhisattva, yaini dia tak meminta apa-apa untuk dirinya sendiri, tetapi hanya untuk iluminasi semua makhluk. Di Indonesia secara praktis tiada bekas Zen dari zaman dulu, guru-guru asing mulai mengenalkan meditasinya baru-baru ini seumpama penyebaran di antara orang Barat. /Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM/
► Komunitas Chan Indonesia /Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar