Islam baru

Islam baru di Indonesia:
► Jama’ah An Nadzir adalah sebutan mazhab baru dalam Islam Sunni dan sebuah yayasan di Indonesia (namanya berarti Peringatan); walhal kaum relawan dengan kelompok ini memanggil diri pula sebagai pengikut Ahlul Bait, y.i. keluarga Nabi Muhammad, toh itu bukan sama dengan gerakan Syiah tetapi hanya pelaksanaan seluruh sunnah Nabi mencakupi sosoknya (berambut pirang, berjenggot panjang dan berjubah sama berserban hitam), salat yang hanya tiga waktu, haj yang tak perlu ke Mekkah,dll; pemrakarsanya, Kyai H. Syamsuri Abdul Madjid (1923-2006) digelar Syeikh Muhammad al-Mahdi Abdullah, pendakwah dari Malaysia, itu pun berasal dari Dumai, Kepulauan Riau, di mana sih pada 1998 mendirikan Pondok Pesantren Rabiatul Al-Adawiyah, kelak di Sulawesi Selatan mendirikan Majelis Jundullah, namanya diubah dan menjadi Yayasan Jama'ah An Nadzir yang didaftarkan di Jakarta pada 2003 dan terpimpin oleh Amir; pusatnya di desa Mawang (kec. Somba Opu, kab. Gowa, Sulawesi Selatan), jamaah berada di kota Makassar, Palopo, Medan, Jakarta dan telah di luar negeri;
► Sholawat Wahidiyah (pengamalwahidiyah.org wahidiyah.org wahidiyah-dki.com) adalah aliran Islami asli Jawa semacam Tasawuf serta Kebatinan; K.H. Mohammad (Abdoel Madjid) Ma'roef, RA mendirikan kelompok pertama di Pondok Pesantren Kedunglo, desa Bandar Lor, Kediri, Jawa Timur (tetap pusatnya), pada 1963, tapi menerima “alamat ghoib” pertama dari atas di 1959, tatkala itu dibangun bait/masjid "Muallif Sholawat Wahidiyah"; jalan bathiniyah (mujadalah) sini adalah bacaan seperti dzikir doa salawat Ghauts Hadza Zaman ”Kulo lajeng ndamel oret-oretan” yang disusun oleh pendirinya yang dihormati selaku penyelamat bagi umat zaman sekarang; aliran ini disebar terutama di Jawa dan terwakilan dalam tiga wadah sosok: Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW), Yayasan Perjuangan Wahidiyah (YPW) dan Jamaah Perjuangan Wahidiyah Miladiyah (JPWM);
► Al Quran Suci (AS) adalah sekelompok lokal dari gerakan internasional Quranis (Quranisme, Ahlul Quran) dengan kepercayaan bahwa Al Quran saja yang memiliki otoritas satu-satunya sumber agama, tanpa hadits yang mengandung kesalahan, aliran ini bagaikan Kristen Protestan yang percaya hanya Alkitab dan menolak tradisi gereja, guru Quranis pertama adalah Aslam Jairajpuri (1882-1955), guru besar dari India, serta Ghulam Ahmed Pervez (1903-1985) dari Pakistan, pendiri kelompok Tolu-e-Islam; para Quranis menyatakan persamaan hak kaum wanita dan pria, menafikan perlunya wudhu, salat cukup dua kali harian, tak berpuasa di bulan Ramadan, membaca Al Quran tak boleh dilagukan (qiraah); Jaksa Agung Indonesia melarang kelompok Al Quran Suci pada 1983 (Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM)

Jamaah An Nadzir (www.lppimakassar.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar