Kristen Protestan

Protestanisme (atau Masehi) muncul di Eropa sebagai gerakan reformasi Kristiani yang anti-Katolik: penolakan hidup membiara, pemujaan berhala ikon serta patung, penyembahan orang-orang kudus dan tradisi gereja. Tujuannya adalah kembalinya cita-cita Kristen awal. Guru dan kelompok terpisah pra-Reformasi, semisal umat Waldensis dan Gereja Moravia, pernah di masa lalu, tapi gerakan luas Reformasi dimulai pada abad ke-16, ketika pada th. 1517 seorang biarawan Jerman, Martin Luther (1483-1546) mengkritik kesalahan yang dibuat oleh Katolik (indulgensi, dll). Umat Protestan percaya bahwa Alkitab saja yang memiliki otoritas suci, dan tidak ada teks-teks keagamaan lainnya. Keimamatan universal, yaitu setiap orang Kristen berhak untuk menafsirkan Alkitab dan mengajarkan, imamat ternyata tidak dengan pewarisan apostolik formal dari rasul-rasul, tetapi dari atas. Keselamatan yang dapat melalui iman pribadi kepada Kristus, bukan melalui gereja dan orang-orang kudus. Protestan dibagi menjadi banyak gereja dan pusat mandiri.
 Di Indonesia, aliran Protestan pertama dipengaruhi para misionaris Belanda pada abad ke-17, kemudian dari negara-negara lain. Saat ini, umat Protestan yang mayoritas di kepulauan Ambon serta Maluku Selatan, Sumba, Timur Timur, Nugini, Nias, Mentawai, dan beberapa suku-suku Batak di Sumatera Utara, Minahasa di Sulawesi Utara, Toraja di Sulawesi Selatan dan beberapa suku-suku Dayak di Kalimantan Utara dan Tengah, serta banyak di wilayah-wilayah lain. Jumlah keseluruhan Protestan Indonesia sekitar 7% dari penduduknya. (Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM)

Gereja Reformed Immanuel (1839), Jakarta (www.wikimedia.org)

Gereja Reformed Sion (tertua 1695), Jakarta, tertua di Indonesia (www.wikimedia.org)

Orang Ambon di gereja Protestan, Th 1943 (www.wikimedia.org)

Peta persebaran umat Kristen Protestan di Indonesia (www.wikipedia.org)

PANDUAN ALIRAN DAN ORGANISASI KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar